Sukses

Nakee 2, Selubung Misteri Pembunuhan Sadis dan Eksistensi Sang Dewi

Www.sulawesita.com, Jakarta Nakee 2 menjadi perbicangan publik setelah membukukan sejarah baru dalam industri film Thailand. Pada hari pertama penayangan, Nakee 2 meraup 1,5 juta dolar AS atau sekitar 21 miliar rupiah.

Genap seminggu, Nakee 2 menuai laba kotor 10,5 juta dolar AS atau mencapai 147 miliar rupiah. Sejumlah negara lantas mengimpor film ini salah satunya, Indonesia. Apa yang membuat Nakee 2 sangat digandrungi para penikmat film di Thailand?  

Nakee 2 mengisahkan Sroy (Urassaya Sperbund), seorang gadis yang tinggal di desa Don Mai Pah. Sroy membantu neneknya berjualan bunga untuk dijadikan sajian pemujaan arca Nakee alias ratu naga. Suatu hari, seorang laki-laki mabuk mendatangi candi di mana arca Nakee bersemayam.

Sembari mengucap sumpah serapah, pria ini melakukan tindakan tak senonoh. Sroy yang memperingatkan malah dicekik. Tragisnya, beberapa hari usai kejadian itu pria ini ditemukan tewas dengan isi perut terburai. Tragedi ini membuat warga desa geger.

Nasib nahas juga menimpa sekumpulan remaja yang berpose sambil meraba arca Nakee. Mereka ditemukan tewas tergantung di dahan pohon. Dari saku celana salah satu korban, didapati setumpuk foto. Pada sebuah foto, kamera menangkap penampakan Sroy di pintu candi. Warga menuding Sroy dalang pembunuhan. Kapten polisi PongPrap (Nadech Kugimiya) menyidik kasus ini. Rentetan pembunuhan ini lantas menyeret sejumlah nama: Kumkaew (Taew Natapohn), Tatasanapol (Ken Phupoom Phongpanu), dan Lumjhiak (Lukkana Wattanawongsiri).

 

 

2 dari 3 halaman

Pembabakan yang Tegas

Nakee 2 adalah perjalanan yang terdiri beberapa fase. Setiap fase menyuguhkan atmosfer berbeda. Fase pertama adalah perkenalan sejumlah tokoh utama dan pendukung, diwarnai banyak kelakar khususnya polah dua anak buah PongPrap. Momen pengejaran seorang tersangka pun dibalut gelak tawa. Di sisi lain, ada percikan chemistry antara Sroy dan PongPrap dalam level malu-malu.

Fase kedua menampilkan lebih banyak kengerian berupa visual mereka yang terbunuh berikut dugaan dalang pembunuhan. Gelak tawa mulai surut sementara aura ngeri menanjak. Kengerian dibangun lewat wujud korban, darah maupun organ dalam tubuh yang berceceran. Sinematografi hanya menyajikan akibat, belum sebab. Chemistry tokoh utama perempuan dan laki-laki masih dijadikan cerita samping.

Fase ketiga menampilkan konfirmasi benar tidaknya prasangka yang ada di benak warga maupun penonton. Kengerian memudar, digantikan pertunjukan visual plus aksi dengan warna atraktif. Lalu, kita melihat kemajuan hubungan kedua tokoh utama dan sejumlah tokoh lain. Ada twist yang tak terduga, ada pemunculan yang memantik tanda tanya, dan tentu saja kelegaan. Pembabakan yang jelas dan karakter tegas di setiap babak merupakan daya tarik utama Nakee 2.

 

3 dari 3 halaman

Tokoh Utama yang Melekat di Hati

Dalam satu film, kita merasakan tiga sensasi berbeda dengan pertumbuhan karakter yang terasa intens. Faktor lain Nakee 2 meledak di Thailand, bisa jadi tema yang dekat dengan publik Negeri Gajah Putih. Dewa-dewi yang dipercaya turun temurun, dikemas dengan nuansa legenda rakyat seraya mempertanyakan mitos fakta seputar eksistensi Sang Dewi. Pembahasan terkait mitos dan fakta berpotensi menjadi benang kusut. Namun sineas Off Pongpat mampu menengahi kemungkinan konflik ini.

Penuturan cerita dimulai dari dua hal yang paling lekat di hati manusia: cinta dan keluarga. Efeknya, pertautan mitos, fakta, dan keyakinan yang mestinya terasa berat jadi lebih enteng. Kemasan setiap babak pun mewakili genre yang difavoritkan khalayak yakni komedi, horor, dan sejumput aksi. Terlepas dari efek visual yang tentu kalah jika dibandingkan dengan pabrikan Hollywood, keberanian Off Pongpat dan tim di babak akhir layak diapresiasi.

 Dalam pandangan kami, elemen-elemen ini memuluskan langkah Nakee 2 di tangga box office Thailand. Belum lagi, kedua tokoh utamanya sangat lovable. Polisi muda, tampan, rasional, dan gigih menguak selubung misteri. Di pihak seberang ada gadis cantik, yatim piatu, sangat menyayangi nenek, dan teguh membela kehormatan para dewa. Rasanya, tak ada penonton yang tak jatuh hati pada kisah macam ini.

Perkara ada satu dua tokoh yang terkesan mendadak muncul dan hasil akhir visualnya, itu urusan selera, sih.

 

Pemain: Nadech Kugimiya, Urassaya Sperbund, Taew Natapohn Tameeruks, Ken Phupoom Phongpanu, Lukkana Wattanawongsiri

Sutradara: Off Pongpat Wachirabunjong

Penulis: Kongkiat Khomsiri

Produksi: Act-art Generation

Durasi: 92 menit

 

(Wayan Diananto)

Loading
Artikel Selanjutnya
Ikut Aku Ke Neraka: Semesta Kecil Yang Mencekam, Terganjal Penokohan
Artikel Selanjutnya
Film Crawl: Buaya Ganas Vs Gadis Tangguh, Siapa Pemenangnya?