Sukses

Tersangka HK: Ini Alasan Kivlan Zen Targetkan Wiranto dan Luhut

Www.sulawesita.com, Jakarta - Salah satu tersangka dugaan pemufakatan kejahatan untuk membunuh empat tokoh nasional, Kurniawan alias Iwan atau HK, mengaku sempat bertanya kepada Kivlan Zen terkait alasannya harus membunuh sang target. Purnawirawan jenderal bintang dua itu menyuruhnya untuk membunuh Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Gunawan dan Goris Mere.

"Adapun sesuai keinginan Bapak Wiranto dan Bapak Luhut. Saya tanya, 'kenapa dua orang ini, Jenderal?'" kata HK dalam video testimoni yang diputar Polri di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Kivlan Zenkemudian berbalik tanya. Dia ingin mengetahui alasan HK mempertanyakan tersebut. "Kenapa kamu tanya?" tiru HK.

Dia langsung menjawab. "Siap, karena semuanya satu keluarga," tutur HK.

HK pun menirukan penuturan Kivlanterkait alasan dia harus membunuh nyawa Wiranto dan Luhut.

"Jawab beliau karena patut dihabisi karena telah mengkhianati institusi," jelas HK.

 

2 dari 3 halaman

Dapat Rp 55 Juta

Sementara, salah satu tersangka lainnya Tajudin atau TJ, juga menceritakan bagaimana dia diminta Kivlan melalui HK untuk menjadi eksekutor membunuh empat tokoh nasional.

"Saya dapat perintah bapak Mayjen Purnawiran Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan untuk menjadi eksekutor penembakan target atas nama, 1. Wiranto, 2. Luhut Binsar Pandjaitan, 3. Budi Gunawan, 4. Gores Mere," kata TJ.

Dia menegaskan, diberi uang sebesar Rp 55 juta untuk pekerjaan tersebut.

"Saya diberikan uang 55 juta dari Bapak Mayjen Purnawiran Kivlan Zen melalui Kurniawan alias Iwan. Kemudian, rencana penembakan menggunakan senjata laras panjang kaliber amunisi 22 dan senjata pendek. Senjata tersebut saya peroleh dari Haji Kurniawan alias Iwan," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Terungkap, Tersangka Sosok Donatur Kivlan Zen untuk Bunuh 4 Tokoh Nasional
Artikel Selanjutnya
Polisi Ungkap Bagaimana Kivlan Zen Beri Perintah Pembunuhan Yunarto Wijaya