Sulawesita.com
Portal Media Terkini

Kejaksaan Tahan Bendahara Dinas ESDM Jatim

2

JATIM, SABERPUNGLI.COM – Kejaksaan Negeri Surabaya, menahan bendahara pengeluaran Bidang Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Ali Hendro Santoso Kamis, (01/08/2019).

Ali ditahan kejaksaan terkait dugaan pungutan liar (pungli) berupa uang “pelicin” untuk menerbitkan tambang galian golongan C.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Surabaya, Fathur Rohman, Kamis (01/08/2019), menjelaskan kasus ini bermula saat oknum tersebut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) petugas Polda Jatim pada tanggal 1 Oktober Januari 2018 lalu, sekira pukul 12.40 WIB.

“Tersangka meminta biaya tak resmi sebesar Rp50 juta, kepada Nurul Andari saat memohon ijin galian C atau permohonan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi untuk komoditas pasir dan batu seluas 5,55 Ha yang berlokasi di Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jatim, agar izin-nya bisa keluar,” ungkap Fathur.

Fatur juga mengatakan tersangka berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas ESDM Jawa Timur.

Guna proses hukum selanjutnya tersangka saat ini ditahan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jatim selama 28 hari kedepan. Penahanan dilakukan dengan dua pertimbangan yakni pertimbangan subjektif dan objektif.

Subjektifnya guna memudahkan persidangan. Sedangkan objektifnya ancaman hukumannya lebih dari lima tahun.

Tersangka didakwa dengan Pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, kasus pungli ini juga menjerat Kasi Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas ESDM Jatim, Kholiq Wicaksono. Kasus Kholiq Wicaksono lebih dulu diproses dan ia telah divonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (24/5/2019) lalu.

Penulis : Moch Rochadi
Editor: Agus/IWAN MAPARENTA