News

Dinas Kebudayaan dan Rumah Baca Bukuta Philosophia adakan Tour Budaya Part I

 Dinas Kebudayaan dan Rumah Baca Bukuta Philosophia adakan Tour Budaya Part I

Dinas Kebudayaan dan Rumah Baca Bukuta Philosophia adakan Tour Budaya Perdana Memperkenalkan budaya lokal dan situs situs cagar budaya merupakan langkah positif dalam mengawal pembangunan karakter bangsa yang berbudaya.

Memperkenalkan situs budaya dan sejarah dapat dilakukan secara edukatif dan rekreatif lewat Tour Budaya. Touring Budaya merupakan Terobosan dan program perdana yang berkonteks budaya lokal yang diadakan oleh Rumah Baca Bukuta Philosophia bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone.

Tour yang dilakukan selama sehari (minggu/22 januari 2017) ini mengunjungi beberapa objek wisata sejarah seperti Bola Soba, Situs ManurungngE, Museum Lappawawoi, Masjid Al-Mujahidin, Makam KalokkoE, Makam Laummasa, Saoraja Lemoape dan Desa Wollangi.

Tour Budaya yang merupakan kelanjutan dari Kelas Budaya yang diadakan oleh Rumah Baca Bukuta Philosophia (13-14 lalu) ini dikemas secara interaktif dalam bentuk kelas oleh beberapa informan sekaligus budayawan, diantaranya Drs, H. Andi Youshand Tenritappu, Andi Baso Bone Mappasissi, Ustadz Mahyuddin, H. Andi Promal Pawi dan Abdi Mahesa.

H.Andi Promal Pawi selaku Plt Kadis Kebudayaan sekaligus penanggung jawab yang menemani peserta Tour budaya sangat mengapresiasi dan mengharapkan agar kegiatan ini dilaksanakan secara rutin agar situs situs budaya dapat dikenal luas di masyarakat. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kebudayaan mengharapkan agar Tour Budaya yang diadakan Rumah Baca Bukuta Philosophia rutin dan berkelanjutan dilaksanakan sehingga dapat bersinergi bersama Dinas Kebudayaan Bone dalam menyukseskan program program pemerintah yang berorientasi pada pelestarian, revitalisasi dan pengembangan budaya lokal bugis bone sehingga budaya dapat dikenal dan menjadikan bone sebagai pusat peradaban bugis dimasa mendatang”terangnya.

Selain itu, Abdi Mahesa selaku informan budaya bugis sangat berbangga atas antusias dan motivasi yang besar dari peserta selama mengikuti tour. Menurutnya, Tour ini nanti nya akan memberikan kesan dan inspirasi bagi peserta sehingga dapat mendukung dan berkontribusi terhadap pembangunan pondasi pemahaman budaya.

“Peran pemerintah lewat kegiatan ini begitu besar, maka dari itu militansi generasi muda sangat dibutuhkan dalam mengawal roda peradaban lewat pemahaman kearifan lokal sehingga tercipta suatu masyarakat yang idealis lewat eksistensi jati dirinya” terang budayawan muda yang merintis kegiatan ini.

Back to top button
Close
Close