img_20161216_170457

Aksi penutup tahun 2016, di hari Ibu, berbakti pada Ibu Pertiwi (Kamis 22 Desember 2016

Sebentar lagi tahun baru 2017 menyapa kita, itu pertanda perjuangan ini menapak tahun ke 4, sekaligus penanda bahwa penguasa membiarkan rakyat berjuang sendirian selama 4 tahun. Momen ini juga sebagai penanda bhw investor dapat leluasa terus menerus mendesakkan kepentingannya tuk mengurug Teluk Benoa.

Atas dasar itu aksi massa di akhir tahun menjadi penting dilakukan. Sebagaimana ritual yang biasa dilakukan di Bali dalam pergantian tahun Saka, aksi kita di akhir tahun yang penuh Sorak sorai, bunyi kentongan bertalu-talu juga merupakan cara mengusir energi negatif, mengusir kerakusan, mengusir mental maling, mengusir raksasa rakus agar nanti terbit energi positif agar para pemangku kuasa segera berpikir dan bersikap bijak. Agar segera menghentikan reklamasi Teluk Benoa.

22 Desember 2016 adalah hari Ibu, bukan hanya untuk ibu biologis tetapi kita rayakan untuk Ibu Pertiwi, sebagai hari perjuangan Ibu semesta.

Hayo datang, kobarkan semangatmu, tapakan kaki di jalanan supaya penguasa dan pengusaha tahu bahwa Rakyat Bali tidak akan pernah menyerah.

Datang dan bunyikan kulkulmu, teriakan sekeras-kerasnya suaramu agar energi jahat yang menguasai setiap ruang dan gedung kekuasaan menjadi berenergi baik.

Datang dan mari berdendang sebab perjuangan ini selalu dilakukan dengan gembira

Datang dan bersolidaritas, sebab beberapa kawan-kawan kita dikriminalisasi dengan berbagai hal.

Datang dan berlawanlah sebab nurani ini sudah berserah kepada semesta dan jiwa ini sudah dipasrahkan kepada Sang Pemiliknya.

Berlawan atau Tenggelam!

Sumber : ForBali