Sulawesita.com – Caleg DPRD Sulsel dapil 1 (Makassar A), Muhammad Arham Basmin memaknai Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober sebagai momentum bagi Pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan kompetensi pondok pesantren (ponpes) dan madrasah.

Selama ini, madrasah dan pesantren memang kurang mendapatkan perhatian pemerintah pusat dan daerah. Bahkan terkesan menjadi lembaga pendidikan kelas dua. Berbeda dengan sekolah umum yang senantiasa menjadi prioritas alokasi anggaran pendidikan.

“Padahal data Kementerian Agama menunjukkan jumlah pesantren di seluruh Indonesia mencapai 28.961 pondok pesantren. Anggaran pendidikan yang hanya puluhan miliar di Kementerian Agama jelas jauh dari kata cukup untuk bisa membantu perbaikan sarana dan prasarana puluhan ribu ponpes dan madrasah. Apalagi untuk meningkatkan kesejahteraan pengajarnya,” kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu ini, Senin (22/9/2018).

Ketua Senat Kader Pembina Bela Negara Departemen Pertahanan RI Wilayah Sulselbar ini menilai hal tersebut disebabkan oleh belum adanya regulasi yang mendukung keberadaan ponpes dan madrasah. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas hanya menyebutkan bahwa pesantren termasuk dalam kategori pendidikan non formal.

Akibatnya Dana Alokasi Umum (DAU) habis digunakan pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan pendidikan sekolah umum. Alhasil layanan pendidikan keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren tidak kebagian jatah.

“Namun Presiden Jokowi telah menunjukkan keberpihakan terhadap santri dengan masuknya program peningkatan kompetensi pondok pesantren dan madrasah dalam nawacita jilid 2. Apalagi diperkuat dengan RUU yang sedang dibahas oleh DPR,” tandas lulusan S2 Magister Managemen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.

Rancangan Undang-undang (RUU) Pondok Pesantren dan Madrasah diharapkan menjadi payung hukum pondok pesantren dan madrasah sehingga menciptakan keberpihakan dan keadilan dari sisi politik anggaran.

“Pesantren dan madrasah sudah melahirkan banyak tokoh bangsa yang berprestasi. 6 menteri di kabinet Jokowi juga pernah jadi santri,” imbuhnya. (*)

Arham Basmin: Hari Santri, Momentum Tingkatkan Kompetensi Ponpes

Facebook Comments

Arham Basmin