Kita sedang berada di periode revolusi digital, era yang kerap disebut dengan revolusi industry 4.0. Digitalisasi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pola interaksi sosial. Era yang menghendaki kesigapan untuk merespon perubahan yang berlangsung cepat. Hanya mereka yang punya visi dan energi untuk terus berubah yang akan bertahan.

Periode lalu, pemerintah Kota Makassar mencanangkan visi mewujudkan kota dunia, membawa Makassar berada pada level tinggi. Tapi hari ini, level itu sudah tiba, tak peduli kita siap atau baru saja terbangun.

Bagaimana merespon perubahan yang cepat itu? Adalah pertanyaan yang perlu terus dieksplorasi.

Bagi warga Kota Makassar yang plural, dengan pola interaksi yang kompleks, perubahan tidak akan terjadi secara simultan. Ia harus digerakkan oleh energi. Karena, gerak energi perubahan bisa muncul dan menginspirasi dari berbagai arah. Ia akan menjadi kekuatan besar jika dilakukan secara sinergis oleh orang-orang yang bukan hanya memahami persoalan, namun juga punya energi besar untuk mewujudkan visi ke arah yang lebih baik.

Transformasi energi

Hukum alam mengajarkan bahwa, energi tidak pernah mati, ia hanya bertransformasi. Mekanisme transformasi inilah yang menjadi tugas para pemimpin, manajerial dan individu yang punya visi untuk menjembatani disparitas yang terpaut antara visi dengan kondisi yang ada.

Begitulah amanah yang diemban seorang visioner, mereka berbuat dan bekerja bukan hanya untuk hari ini dan demi keuntungan diri, namun sesuatu yang lebih besar, dan untuk waktu yang lebih lama lagi. Visioner-visioner itu bukan orang asing, mereka ada di sekitar kita dan berinteraksi layaknya manusia biasa. Hanya yang berbeda adalah, mereka punya energy besar, dan selalu terlibat dalam pekerjaan yang bersentuhan dengan kepentingan orang banyak.

Warga Makassar patut berbangga, mereka punya sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran yang bernaung di bawah Yayasan Mitra Bahari, lembaga yang dipimpin oleh Arham Basmin, bahkan didaulat sebagai sekolah pelayaran swasta dengan fasilitas terbaik di Indonesia Timur.

Sekolah pelayaran yang berlokasi di Katangka itu telah mencetak ribuan pelaut ulung tersebar di berbagai perusahaan nasional dan internasional. Bagaimana sekolah itu dibangun dan berkembang adalah bukti sebuah kerja manajerial di baiknya. Gelar Magister Management pada program pascasarjana Universitas Muslim Indonesia adalah fakta lain, yang mendukung argumen Arham punya kecerdasan manajerial. Ia adalah salah satu dari sekian individu-individu visioner yang punya energy besar yang siap untuk ditransformasikan.
Bersinergi bersama Arham
Usia 32 tahun, masih cukup muda, namun berbicara kapasitas kepemimpinan, Arham adalah Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu untuk periode 2014-2018. Menangani organisasi PP tentu membutuhkan energi dan mobilitas tinggi, dua hal yang selalu melekat dalam diri pria kelahiran Ujung Pandang 32 tahun lalu ini. Ia mencitrakan diri sebagai ‘Energi Baru untuk Perubahan’, sebuah slogan yang merepresentasikan karakter sekaligus visi.
Meski di setiap tampil di depan publik, kerap tampil nyentrik, perfectionist, Arham punya dasar pemikiran membumi. Ia selalu menunjukkan dukungan dan kepedulian terhadap kegiatan budaya dan pengembangan seni. “Bagi saya kearifan lokal yang terkandung di dalam nilai-nilai seni dan budaya adalah warisan leluhur yang amat berharga, yang dapat menjadi perekat dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat,” ujar Arham.
Dengan kata lain, untuk sebuah niat mewakili warga kota Makassar di kursi legislatif Provinsi Sulsel, ia hanya perlu memahami apa yang dibutuhkan warga.
Wakil Sekretaris Jenderal DPD AMPI, 2018-2019. Sebelumnya, ia juga pernah terlibat dalam kepengurusan DPD KNPI Sulsel periode 2007-2009. Wakil Ketua MPI DPD KNPI Sulsel, 2009-2014. Pada 2010-2014, dipercaya sebagai ketua Senat Kader Pembina Bela Negara Departemen Pertahanan RI Wilayah Sulselbar, 2015-sekarang. Tahun ini, Arham juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina Club Otomotif Sonic Speed. Riwayat organisasi itu bukan hanya bukti, namun ia adalah kisah perjalanan seorang yang punya visi.
Membaca riwayatnya, jelas Arham Basmin bukan orang ‘luar’ atau orang ‘asing’ di Makassar. Ia memiliki sejumlah variabel yang dibutuhkan untuk merespon atau mewujudkan perubahan bagi warga kota Anging Mammiri.
Muhammad Arham Basmin adalah sosok muda yang memiliki energi besar untuk merespon dan mewujudkan perubahan. Ia berdiri dalam barisan tokoh yang mampu memberikan inspirasi bagi pemuda lainnya, tentang bagaimana seharusnya mengambil peran dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Hari ini, kita bisa membaca riwayat, capaian dan ejawantah visi dari seorang Arham. Ia punya rekam jejak pendidikan, mengelola lembaga pendidikan, juga keaktifannya di dalam organisasi lingkup Sulsel. Esok, kita akan bergerak bersama untuk merancang, bukan lagi tentang kemana kita akan melangkah, namun apa yang akan kita lakukan bersama, bersinergi bersama Arham.

Facebook Comments

Arham Basmin