Sulawesita.com, Opini – Bulan Ramadhan memasuki laga final, kabar berhembus dan menjadi pengetahuan umum muslim di Indonesia hari ini (Sabtu, 24 Juni 2017) merupakan Puasa terakhir di Ramadhan 2017 ini, meskipun belum ada keputusan resmi dari Pemerintah melalui Kementeriannya.

Netizen sudah ramai berkirim ucapan Lebaran dan permohonan maaf via Medsos..bukan hal baru dimasyarakat Indonesia era sekarang.sepertinya berkirim ucapan dan permohonan maaf perlahan mulai mereduksi Silaturrahim yang sesungguhnya. Perkembangan Teknologi dan kecanggihan gadget rupanya benar-benar dimanfaatkan secara “vulgar” masyarakat yang katanya “kekinian”.

Setiap postingan, baik status maupun foto kerabat atau teman “dumay” cukup dengan “like” atau sesekali berkomentar pada kolom komentar sepertinya sudah mewakili empati bersosial.

Lalu bagaimana dengan Silaturrahim, saling Jabat tangan kekeluarga, tetanggga dan kerabat, saling mengunjungi satu sama lain atau tradisi “massiara” selepas Lebaran?
Mungkinkah Tradisi ini akan mulai memudar dengan pemanfaatan kemudahan dan fasilitas gadget super cerdas?

Mungkin salah satu dari pembaca sudah dapat Chat via Medsos Kirim ke banyak ataupun “Japri” yang berisi ucapan menyambut Lebaran sekaligus permohonan maaf yang kalimatnya diurai sedemikian rupa biar kelihatan menarik, lebih mirip lomba tulis puisi, atau lomba tulis pantun atau sekalian lomba tulis artikel tanpa mementingkan esensi penyampaian maaf dan makna silaturrahim itu sendiri.

Silaturrahim yang kita pahami bersama terutama masyarakat Bugis-Makasdar tentunya kurang lebih adalah proses merawat ikatan kekerabatan secara emosional, tidak cukup hanya dengan ucapan mesti ada komunikasi secara langsung.
Ada rasa yang harus dirasa, ada tangan yang perlu dijabat, ada pundak yg harus dirangkul, ada kemanusiaan dan kepedulian yang perlu diwadahi melalui kebrsamaan, dan ini butuh temu.

Jangan terjebak pada kemajuan Zaman, memanfaatkan dengan baik tentu tidak salah, melupakan esensi sebuah kebiasaan,tradisi ataupun budaya adalah kecelakaan budaya.

Hidupkan kembali budaya sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi melalui silaturrahim yang sebenar-benarnya.
Saling mengunjungi, Menjabat tangan, merangkul dan merasakan hangatnya Cinta dan Persaudaraan.

Selamat Menyambut Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

Facebook Comments