Foto saat mengikuti kegiatan di Lapas Bollangi
Foto saat mengikuti kegiatan di Lapas Bollangi
Foto saat mengikuti kegiatan di Lapas Bollangi

Sulawesita.com, Makassar – Semua orang punya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup. Bahkan ketika anda merupakan seorang mantan Narapidana. Banyak yang memandang sebelah mata jika seseorang pernah menjadi tahanan dari suatu Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Padahal, mantan narapidana (napi) juga memiliki satu sisi positif yang ada di dalam dirinya.

Hal tersebut salah satunya terjadi di kehidupan salah seorang warga Antang dan dia mencoba untuk merubah pandangan Masyarakat terhadap seorang MANTAN NARAPIDANA.

Singkatnya, Masa lalu Hamjah yang akrab disapa Manja oleh teman-temannya ini boleh dibilang kelabu, karena dia pernah menjalani hukuman dan melewati hari-harinya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bollangi pada tahun 2015 – 2016 lalu.

Dia (Hamjah) adalah salah satu mantan warga binaan yang pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sungguminasa yang berada di Jl. Lembaga Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalasang, Gowa karena penyalahgunaan narkoba.

Namun, masa lalu yang suram itu tidak menjadikan pria kelahiran Ujung Pandang, 03 Januari 1984 itu patah semangat. Pemuda tamatan STM Wahyu Makassar jurusan Otomotif itu kemudian mulai merintis industri kerajinan tangan yang diperolehnya saat menjadi warga binaan.

Dia juga sama sekali tidak merasa menyesal pernah mendekam di tahanan selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan.

Pengalaman hidup selama menjalani masa tahanannya itu justru menimbulkan sebuah ide baginya untuk mengembangkan usaha yang bisa menampung dan mempekerjakan mantan narapidana yang terkadang di pandang sebelah mata.

“Selama ini saya kadang dianggap sebagai sampah masyarakat, masyarakat selalu takut bahkan jijik jika bertemu dengan kami yang seorang mantan narapidana ini. Saya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa berharga,” ujarnya saat dikonfirmasi diselah-selah kegiatannya membuat kerajinan

Setelah dinyatakan bebas dari penjara pada Desember 2016 lalu, dia memulai membangun usaha nya dengan dibantu oleh beberapa teman-temannya sesama mantan napi serta istrinya, Arni.

Berbekal dengan modal kurang lebih Rp.700.000, dia mulai mencari dan mengumpulkan bahan yang akan digunakannya untuk memulai usahanya tersebut.

Meski masa tahanannya sekitar satu tahun lebih, Hamja mengaku kehidupannya setelah keluar dari penjara adalah titik baru kehidupannya. Dengan capaian tersebut, dia merasa menjadi satu di antara mantan warga binaan yang beruntung karena berkesempatan mengembangkan potensi diri.

Dengan bakat seninya ditambah pelajaran yang dia dapat saat di Lembaga lalu, dia mulai menggarap usaha barang kerajinan tangan dengan membuat “Pot Bunga” dari bahan dasar handuk bekas.

Seiring dengan berjalannya waktu, hasil karyanya mulai mendapat respon positif khususnya warga sekitar tempat tinggalnya di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Terlihat jelas dengan orang2 mulai mempercayakannya untuk membuatkan “Pot Bunga” di rumah-rumah, meskipun yang memesan masih disekitar wilayah Antang baginya itu sebuah kebanggaan karena secara perlahan sudah bisa merubah fikiran masyarakat kepada dirinya tentang mantan narapidana.

Melihat usahanya sudah mulai mendapat banyak pesanan, Dia mulai merekrut karyawan yang tidak lain adalah mantan napi yang dia kenal selama ditahan dulu. Dia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa “sampah masyarakat” itu juga bisa mendatangkan hasil yang berharga.

Waktu telah membuktikan bahwa kegigihan dan semangat mantan napi ini telah membuahkan hasil. Kini anggapan “Sampah” itu terbukti telah berhasil untuk menghidupi dirinya sekeluarga serta 3 temannya.

“Saya memang seorang mantan napi yang mencoba bangkit untuk memperbaiki masa lalu dan menggapai kesuksesan di masa depan” katanya.

“Saya merasa beruntung mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri dan menjadi seperti sekarang,” tambahnya.

Sebagai saksi hidup pembinaan di lapas, dia pun berinisiatif menularkan semangat berkarya kepada rekannya yang masih menjalani masa hukuman. Melalui cara ini, warga binaan, tuturnya, akan menjadi manusia utuh yang dibekali semangat dan potensi diri untuk dapat diterima kembali di masyarakat.

Berikut beberapa foto hasil kerajinan berupa “Pot Bunga” yang telah dia buat:

1492836043683

1492836045678

1492836031619

1492836035967

1492836039485

1492836037841

Tak disangka yahh, dari sebuah handuk bekas tercipta Pot Bunga yang sangat indah dan mempunyai nilai jual. Jadi, jika warga khususnya di Makassar jika berkenan ingin memesan/membeli “Pot Bunga” yang unik dan beda dari biasanya bisa langsung menghubungi di kontak personnya:

Hamjah,
Phone: 085242161468
Line ID: hamja84
BBm: D4F5005F
Jalan Inspeksi Pam (Pannara) Kel Antang, Kec Manggala, Kota Makassar

Ada berbagai macam model, warna, motif dan ukuran Pot Bunga yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah dan taman anda.

Facebook Comments